PT. Kelola Mina Laut (KML Food) merupakan perusahaan multinasional yang berfokus pada industri makanan, agroindustri, serta ritel dan distribusi. Dengan pengalaman yang luas di pasar domestik dan internasional, KML Food berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi. Berkantor pusat di Gresik, Jawa Timur, perusahaan ini telah berhasil menembus pasar di 30 negara dan memiliki 56 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total karyawan mencapai 15 ribu orang.
Salah satu pabrik utama KML Food terletak di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang didirikan pada tahun 2016. Pabrik ini merupakan hasil kerja sama dengan Ichimasa Kamaboko Ltd, sebuah perusahaan besar asal Jepang, dan memproduksi berbagai produk seafood beku, termasuk ikan dan cephalopoda. Selain itu, KML Food juga memproduksi crab meat untuk pasar Amerika, serta dried seafood, teri, dan telur ikan terbang yang hanya ditemukan di Peru dan Indonesia. "Kami merupakan salah satu pemasok terbesar, dengan pengiriman utama ke Jepang dan Korea. Produk value added seperti surimi lebih banyak diekspor ke Eropa, sementara produk sayuran dan edamame juga banyak masuk ke Jepang dan Korea," ungkap Ajar Siswandono, Direktur Human Capital KML.
Sejak didirikan oleh Mohammad Nadjikh (CEO KML Food) pada tahun 1994, KML Food memulai perjalanan bisnisnya dari produk teri. Setelah lima tahun beroperasi, perusahaan ini mendapatkan kepercayaan dari pasar Jepang dan kemudian memperluas bisnisnya ke ikan, gurita, udang, dan rajungan, serta memproduksi surimi dan bola-bola ikan. Pada tahun 2006, KML Food mendirikan dua perusahaan distribusi dan mulai merambah ke produk sayuran. "Kami tidak hanya ingin fokus pada seafood, tetapi juga berkomitmen untuk memasuki industri makanan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada tahun 2014, kami bertransformasi menjadi perusahaan industri makanan," jelas Ajar.
KML Food juga memperluas bisnisnya ke sektor perkapalan. "Tahun ini, kami menargetkan untuk memiliki 38 kapal seiring dengan adanya peraturan menteri yang melarang illegal fishing. Ini adalah peluang besar bagi kami," tambahnya. Selain itu, perusahaan ini berencana untuk mengembangkan aneka bumbu khas Indonesia, dengan visi menjadi "Kitchen of Indonesia" pada tahun 2020. "15 hingga 20 tahun lalu, Pak Nadjikh memiliki mimpi besar untuk mengembangkan perusahaan dari kelas teri menjadi kelas kakap dan gurita. Kini, milestone tersebut sudah terlihat," kata Ajar, yang merupakan lulusan Teknik Pertanian Institut Pertanian Bogor tahun 1987.
Saat ini, KML Food memiliki visi untuk menjadi perusahaan yang paling terintegrasi dan kompetitif di Indonesia. "Kami percaya bahwa mimpi ini akan terwujud, dan pada tahun 2030, KML Food akan menjadi salah satu perusahaan makanan global," ungkap Ajar dengan penuh semangat.
Posisi: Management Trainee Quality Control
Kirimkan surat lamaran lengkap Anda ke:
HRD Manager KML Food
Head Office: Jl. KIG Raya Selatan Kav. C-5 Kawasan Industri Gresik, Gresik 61121 – Indonesia
Atau melalui email di: [email protected]
Bergabunglah dengan kami dan jadilah bagian dari perjalanan KML Food menuju masa depan yang lebih cerah!